Sabtu , 31 Juli 2021

Tahun 2019, Indeks Pembangunan Manusia di Dairi Alami Peningkatan

SIDIKALANG – Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di wilayah Kabupaten Dairi terus mengalami peningkatan dan kemajuan. IPM Kabupaten Dairi di tahun 2019 mengalami peningkatan sebesar 0,53 poin atau tumbuh sebesar 0,75 persen dibandingkan tahun 2018 yakni di angka 71,42.

“Pencapaian Indeks pembangunan manusia ini diukur dengan memperhatikan tiga aspek esensial yaitu umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, dan standar hidup layak. Oleh karena itu, peningkatan capaian IPM tidak terlepas dari peningkatan setiap komponennya. Seiring dengan meningkatnya angka IPM, indeks masing-masing komponen IPM juga menunjukkan kenaikan dari tahun ke tahun,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Dairi, Asi Matanari, Rabu (18/11/2020).

Asi Matanari menjelaskan bahwa kualitas kesehatan, pendidikan dan pemenuhan kebutuhan hidup masyarakat di Kabupaten Dairi tercatat mengalami peningkatan. Katanya, bayi yang lahir pada tahun 2019, memiliki harapan untuk dapat hidup hingga 68,79 tahun, atau lebih lama 0,38 tahun dibandingkan tahun sebelumnya.

Juga anak-anak yang pada tahun 2019 berusia 7 tahun, memiliki harapan dapat menikmati pendidikan selama 13,09 tahun, atau lebih lama 0,02 tahun dibandingkan dengan tahun 2018. Dan penduduk dengan usia 25 tahun ke atas, secara rata-rata telah menempuh pendidikan selama 9,34 tahun, atau lebih lama 0,19 tahun dibandingkan tahun sebelumnya.

“Pada tahun 2019, masyarakat Kabupaten Dairi dalam memenuhi kebutuhan hidup dengan rata-rata pengeluaran per kapita sebesar Rp.10,60 juta rupiah per tahun. Jumlah ini meningkat 110 ribu rupiah dibandingkan tahun sebelumnya,” imbuh Matanari.

Asi Matanari mangatakan, IPM merupakan indikator yang digunakan untuk melihat perkembangan pembangunan manusia dalam jangka panjang. Untuk melihat kemajuan pembangunan manusia, terdapat dua aspek yang perlu diperhatikan, yaitu, kecepatan dan status pencapaian.

“Pembangunan manusia didefinisikan sebagai proses perluasan pilihan bagi penduduk (enlarging people choice-red), dimana pencapaian pembangunan manusia dapat diukur dengan memperhatikan tiga aspek esensial, yaitu, umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, dan standar hidup layak,” tandas Asi.

Dijelaskannya, secara umum, pembangunan manusia di Kabupaten Dairi terus mengalami kemajuan selama periode 2010 hingga 2019. IPM meningkat dari 65,91 pada tahun 2010 menjadi 71,42 pada tahun 2019.

“Selama periode tersebut, IPM rata-rata tumbuh sebesar 0,90 persen per tahun. Pada periode 2018-2019, IPM Kabupaten Dairi tumbuh 0,75 persen. Selama periode 2010 hingga 2019, IPM menunjukkan kemajuan yang cukup besar, status pembangunan manusia mengalami peningkatan. Pembangunan manusia di Kabupaten Dairi telah berstatus ‘tinggi’ mulai tahun 2017. Sementara pada periode 2010 hingga 2016 pembangunan manusia di Kabupaten Dairi hanya berstatus ‘sedang’,” tutup Asi. (Admin)

Tentang DP02

Baca Juga

Sampaikan Rasa Duka, Bupati Eddy Berutu Melayat Jenazah Mgr. Anicetus Sinaga

MEDAN – Kabar duka datang dari Keuskupan Agung Sibolga dimana Uskup Administrator Apostolik Keuskupan Agung …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *