Sabtu , 24 April 2021
Kepala Departemen CSR PT Inalum, Ismail Midi

Program CSR Untuk Penenun Silalahi Sesuai dengan Harapan PT Inalum

DAIRI POS, ASAHAN – PT Indonesia Asahan Aluminium (PT Inalum) menilai program CSR (Corporate Social Responsibility) yang disalurkan pihaknya kepada para penenun Ulos Silalahi di Desa Silalahi 1, Kecamatan Silahisabungan masih sesuai dengan yang diharapkan, dalam mendukung pengembangan masyarakat dengan bantuan yang disalurkan.

Kepala Departemen CSR PT Inalum, Ismail Midi menyampaikan dengan aktivitas para penenun yang saat ini masih berlangsung, menjadi salah satu indikator bahwa bantuan CSR tersebut akan memberikan manfaat kepada masyarakat.

“Jika tetap bekerja dan dan masih berlanjut itu artinya masih sesuai dengan yang kita harapkan. Artinya jika bisa bertahan saja di kondisi yang sulit sekarang ini ini (Covid-19.red) itu sudah bagus. Berarti jika tidak di kondisi yang tidak sulit barangkali menjadi lebih baik. Berarti sudah sesuai dengan harapan kita,” ujar Ismail Midi, Senin (28/06/2020).

Kepala Departemen CSR PT Inalum, Ismail Midi lebih lanjut menyampaikan bahwa program eco-fashion yang menjadi salah satu inovasi dan terobosan yang dilakukan dalam program CSR yang dicetuskan oleh hasil kerjasama PT Inalum dengan Dekranasda Kabupaten Dairi dan juga Yayasan Merdi Sihombing sebagai pihak ketiga dengan penerapan bahan alami untuk pewarna benang tenun yang akan digunakan dalam pembuatan Ulos Silalahi menjadi salah satu nilai tambah dalam program CSR ini.

 

BACA JUGA !!! : Program CSR PT Inalum Sangat Bermanfaat Bagi Penenun Silalahi

 

“Dimana penerapan pewarna alami ini menjadi salah satu komitmen bersama yang merupakan program ramah lingkungan yang salah satu fokus PT. Inalum dalam memberikan program bantuan yang dikenal dengan program go-green. Point plus ini menjadi ketertarikan sendiri bagi PT Inalum agar program CSR ini berkelanjutan.” terang Ismail.

Terobosan lain dan inovasi yang dilakukan oleh Dekranasda Kabupaten dan juga Yayasan Merdi Sihombing yang telah memperkenalkan dan mempromosikan hasil produk para penenun Ulos Silalahi ke event berskala nasional hingga ke luar negeri, menurut Ismail sebuah hal positif yang memberikan dampak besar atas keberlangsungan program ini.

“Dengan promosi produk hasil tenun para penenun, tentu akan memberikan dampak positif dan dampak ekonomi yang nantinya akan memberi keuntungan tersendiri bagi para penenun yang ikut dalam program ini,” ujar Ismail.

Adapun hal yang perlu dipikirkan ke depan, dengan adanya program ini, Ismail berpendapat tinggal dilakukan lompatan kecil kedepan sebagai tahapan lanjutan, atas produk yang dihasilkan oleh para penenun Ulos Silalahi, berupa dukungan dari Pemerintah Daerah dalam menampung hasil karya para penenun Ulos Silalahi tersebut.

“Saya dengar, Pemkab akan menampung hasil karya para penenun untuk dijadikan seragam. Ini menjadi lompatan kecil ke depan untuk memotivasi para penenun agar semakin semangat memproduksi Ulos Silalahi,” ujar Ismail.

Kepala Departemen CSR PT Inalum, Ismail Midi juga menambahkan, program CSR dari PT Inalum kepada para penenun di Silalahi diharapkan bisa terus berlanjut, karena para penenun berada dan tinggal di sekitar pinggiran Danau Toba di mana lokasi ini menjadi salah satu tanggung jawab sosial perusahaan dalam melakukan pengembangan dan bantuan kepada masyarakat.

“Sepanjang masyarakat untuk lebih baik, Kami pasti mendukung, dan berharap tetap berlanjut. Apalagi Kabupaten Dairi tempat para Penenun tinggal merupakan daerah penopang dan urat nadi PT Inalum, serta berada dititik ‘A’ Danau Toba. Tujuh kabupaten/ kota yang berada di sekitar Danau Toba, akan tetap dibantu PT Inalum, karena tujuh kabupaten/kota inilah yang menopang keberadaan PT Inalum. Jika ini berlanjut, para penenun tentu semakin mendapat keahlian dalam hal tenun Ulos dan pewarna alami. Kami juga memiliki desa binaan disini (Asahan) yang sedang mempersiapkan desa batik, tidak menutup kemungkinan para penenun di Silalahi nantinya bisa menjadi pendamping untuk melakukan pelatihan kepada para pembatik di sini, khususnya untuk pewarna alami bahan tenun yang telah diterapkan di oleh para penenun Silalahi,” tutupnya.

Sebelumnya sebagaimana yang diketahui Ibu Rizal Baru Purba, penenun Silalahi yang juga merupakan salah satu koordinator dari para penenun yang terlibat dalam program ini menjelaskan bahwa program CSR ini masih terus berjalan meski di tengah Covid-19 dan program ini juga berkesinambungan, baik dalam hal pelatihan, pemberian bantuan benang, dan pembelian hasil produk dari para pengrajin atau penenun Ulos Silalahi.

“Kegiatan ini sudah berlangsung dari setahun lalu, dan berkesinambungan, bahkan penenun lain yang tidak ikut dalam program ini sudah mulai ingin bergabung, karena hasil tenunan mereka tidak terjual akibat tidak adanya pesta adat selama Covid-19, namun kami di tengah Covid-19 kami masih bisa terus berlanjut, karena program eco-fashion dimana hasil tenunan dari para penenun tidak hanya pembuatan Ulos untuk komoditas pesta adat, namun untuk bahan busana dan fashion.” terang Ibu Rizal beberapa waktu lalu.

Bahkan dengan adanya program ini, berbagai capaian pun telah diraih dalam hal pengembangan dan promosi hasil tenunan para pengrajin Ulos Silalahi diantaranya dibawanya Ulos Silalahi hasil penenun Silalahi di Pameran Kriya Nusa 11-15 September  2019 di Balai Kartini Jakarta yang dibuka langsung oleh Ibu Negara RI. Di acara Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia yang bekerjasama dengan DUta Besar Belgia pada Eco Fashion Indonesia 2019  di Belgia, ulos Silalahi juga dipamerkan dan mendapatkan sambutan yang cukup baik dari para pengunjung. Begitu juga di Filantropi Eco Fashion Week 2019 Kuningan, Jakarta pada 2-3 November 2019 lalu, Ulos Silalahi hasil karya para penenun Ulos Silalahi, begitu juga Ulos Fest 2019 di Museum Nasional Indonesia, Jakarta 12-16 November 2019 ulos Silalahi dipamerkan.  Ulos Silalahi hasil tenunan pengrajin Ulos Silalahi juga dipamerkan di Eco Fashion Week Indonesia 3 (5 Desember sd 7 Desember 2019) di Sarinah Thamrin, Jakarta yang dihadiri oleh Menteri Desa PDTT, Jajaran BUMN dan Wakil Gubernur Sumut. Produk diversifikasi tenun silahisabungan yang dikerjakan oleh 25 orang penenun Silahisabungan juga dipamerkan di I Fashion Festival dan The Masterpiece 2019, Jakarta pada 11 Desember 2019. Bahkan dalam event itu Sere Kalina yang menjadi Host dalam acara itu yang merupakan peserta Miss Indonesia 2015 dengan bangga menggunakan pakaian berbahan hasil tenun penenun Silahisabungan. (Admin)

Tentang DP02

Baca Juga

Bupati Eddy Berutu Sampaikan Rancangan KUA Dan PPAS Tahun Anggaran 2021

SIDIKALANG – Bupati Dairi Dr. Eddy Keleng Ate Berutu menyampaikan Nota Pengantar rancangan Kebijakan Umum …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *