Trustpilot
Sabtu , 4 Desember 2021
”Iklan
”Iklan”Iklan ”Iklan
Program CSR PT Inalum
Ibu-ibu penenun Ulos Silalahi sedang mengolah bahan tanaman untuk mewarnai benang tenun

Program CSR PT Inalum Sangat Bermanfaat Bagi Penenun Silalahi

DAIRIPOS, SIDIKALANG – Program CSR (Corporate Social Responsibility) dari PT Indonesia Asahan Aluminium (PT Inalum) sangat memberikan dampak manfaat bagi masyarakat Kecamatan Silahisabungan khususnya para pengrajin dan penenun yang ikut dalam program CSR ini.  Karena program ini diharapkan bisa menjadi sebagai gerakan ‘women empowerment’ yang membawa manfaat penting untuk membina perempuan agar mandiri secara ekonomi, atas kapasitas dan peran mereka dalam memberikan manfaat ekonomi, baik bagi keluarga maupun social

Sebelum mendapatkan program CSR, para penenun Ulos Silalahi merupakan penenun yang keseharian bekerja sebagai penenun untuk memenuhi kebutuhan komoditas di pesta adat yang digunakan oleh masyarakat sekitar. Maka lewat program ini para penenun di dilatih melakukan diversifikasi atau pengembangan produk yakni menghasilkan tenun untuk kebutuhan fashion dengan harapan pasar akan lebih terbuka lebar. Konsep kegiatan ini adalah sustainable dan padat karya yang hingga hari ini masih terus berkelanjutan.  Sistem kerjanya diatur, seperti masyarakat dapat menjual tumbuh-tumbuhan sebagai bahan pewarna alami, ada yang diupah sebagai panirat, penggulung, menggatip, martibobo dan menenun. Artinya satu produk dihasilkan lewat sentuhan beberapa orang yang tentu berdampak pada pendapatan ekonomi masyarakat sekitar.

Ibu Leo Saragih salah satu penenun di desa Silalahi I yang ikut dalam program CSR ini mengaku setelah mendapatkan program ini dirinya akhirnya mengetahui berbagai jenis tumbuhan endemik yang tumbuh di tanah Silalahi bisa dijadikan bahan pewarna untuk benang tenun untuk kebutuhan pembuatan Ulos Silalahi, yang selama ini hanya menggunakan bahan pewarna kimia.

“Diawal program kami diajarkan oleh bang Merdi Sihombing (Yayasan Merdi), untuk pembuatan warna dari berbagai jenis tumbuhan yang ada di Silalahi. Misalnya anggir dan kunyit serta kapur sirih bisa menjadi bahan pewarna untuk benang ulos yang menghasilkan warna kuning, tayom untuk warna hitam. Kelapa muda untuk warna orange. ketapang yang menghasilkan warna abu-abu dan akar pohon Mengkudu bahan tanaman untuk warna merah, Daun Mangga bisa menghasilkan warna coklat serta Kulit Kelapa Muda yang juga menghasilkan warna kuning, semuanya tersedia di tanah kami tanah silalahi,” terang Saragih saat ditemui di desanya di Desa Silalahi 1, Kecamatan Silahisabungan, Kamis (25/06/2020).

Program CSR PT Inalum-1

Ibu Saragih ini juga menyampaikan, dari pelatihan ini, ternyata banyak tumbuh-tumbuhan yang biasanya tidak terlalu berguna ternyata menjadi sangat bermanfaat untuk bahan pewarna benang tenun.

“Misalnya saja kulit kelapa muda yang selama ini hanya jadi sampah, bisa bernilai ekonomis, begitu juga ketapang yang merupakan tumbuhan semak dan ampas makanan ternak bisa dijual untuk program ini sebagai bahan pewarna.” terang Saragih.

Ibu Saragih juga menyampaikan, di tengah masa pandemi-Covid-19 ini program CSR ini juga sangat memberikan dampak kepada para ibu-ibu pengrajin yang ada di Silalahi, karena meski acara adat dan pesta ditiadakan, mereka tetap bisa menenun setiap hari, menghasilkan bahan tenunan Ulos Silalahi yang hasilnya tetap laku terjual dengan bantuan Dekranasda Dairi.

“Saat Covid-19 ini, kami tetap bisa menenun, kami diberikan bantuan alat tenun dan juga benang, serta hasil dari tenunan kami juga dibayar dan di bantu dipasarkan oleh Dekranasda, jadi tidak benar jika Program ini tidak bermanfaat,” jelasnya.

Program CSR PT Inalum-2
”Iklan”Iklan”IklanINVESTASI DAIRI POS

Tentang Novel Sinaga

Baca Juga

Romy Mariani: Hari Ulos Nasional Momentum untuk Lestarikan Warisan leluhur dan Budaya

Romy Mariani: Hari Ulos Nasional Momentum untuk Lestarikan Warisan leluhur dan Budaya

DAIRIPOS, SILAHISABUNGAN – Memperingati Hari Ulos Nasional tidak bisa dipisahkan dari menghargai dan melestarikan wastra …

Penenun Ulos

CSR Inalum Sangat Membantu Perekonomian Para Penenun Ulos di Tengah Pandemi Covid-19

DAIRIPOS, SIDIKALANG – Wabah Pandemi virus corona Covid-19 telah melemahkan sendi-sendi perekonomian di setiap wilayah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

”Iklan”Iklan