Trustpilot
Jumat , 3 Desember 2021
”Iklan
”Iklan”Iklan ”Iklan
boy hutagalung

Pilkades dan Berebut Sumber Daya Alam

Empat belas jam menuju pemilihan pemimpin desa di 106 desa di kabupaten Dairi. Pesta Demokrasi yang berpuncak besok 25 November 2021, menggelisahkan calon kepala desa, tim sukses bahkan masyarakat, dag-dig-dug berharap pilkades berjalan sesuai harapan. Rasa gelisah yang dirasakan, idealnya berasal dari mimpi sosok pemimpin yang akan menentukan dan membawa arah nasib mereka 6 tahun kedepan kepada kemandirian, kesejahteraan dan kedaulatan rakyat. Namun hal ideal tersebut belum tentu dirasakan oleh semua masyarakat desa. Ada juga yang merasakan Euforia akibat ketimpung uang, hadiah, pemberian dari calon kepala desa.

Jika kaji lebih dalam, latar belakang calon kepala desa dan sumber uang yang diterima dari calon kepala desa tersebut dapat menciptakan malapetaka. Seperti dikutip dari Mangobay.co.id pada berita yang berjudul “Pesta Demokrasi yang Korup Picu Gadaikan Sumber Daya Alam”, Pengusaha Kayu mendanai calon pemimpin daerah pada Pemilihan Gubernur di Kalimantan Tengah pada Januari 2000 lalu. Pengusaha memberikan uang berkisar 50-100 juta untuk mempermulus perdagangan izin-izin usaha atau Jual-beli lahan dan sumber daya alam. Akibat nyata dari politik uang dan Praktek-praktek jual beli demokrasi seperti ini akhirnya menciptakan krisis hak tanah dan penghancuran lingkungan yang tidak terelak lagi.

Hal ini pastinya tidak kita inginkan terjadi di Dairi yang kita cintai ini terkhusus pada Pilkades besok. Namun kekhawatiran itu bisa saja terjadi bila kita tidak saling mengawasi dan justru mempercepat laju money politik calon kades. Kemungkinan lain adalah kepala desa menjadi dalang dari kerusakan lingkungan dan pelanggaran HAM demi memperlancar usaha yang dimilikinya dan memperkaya diri melalui penggerusan sumber daya alam yang dimiliki desa. Money Politic yang diterima jelang pilkades besok tentu tidak sebanding dengan kekayaan alam yang kita miliki.

Pemerintah Desa yang diberikan hak otonom oleh negara diharapkan dapat menjadi poros perlindungan hak-hak masyarakat, berpihak pada kepentingan masyarakat, dan memastikan bahwa regulasi, investasi dan pembangunan yang dilakukan di Desa tidak melanggar HAM.

Dari pilkades besok, semoga terlahir kepala desa yang dapat memperjuangkan ruang hidup masyarakatnya, bukan malah memperkeruh konflik antara masyarakat dengan perusahaan, masyarakat dengan negara. Kepala Desa yang menganggap dirinya rakyat, bukan raja-raja kecil yang memperjual-belikan kekayaan alam desa.

PENULIS : BOY HUTAGALUNG

  • Penulis saat ini berprofesi sebagai Staff Advokasi Petrasa
”Iklan”Iklan”IklanINVESTASI DAIRI POS

Tentang Dairi Pos

Baca Juga

kapolda sumut pantau pelaksanaan pemungutan suara pilkades 106 desa se kabupaten dairi

Kapolda Sumut Pantau Pelaksanaan Pemungutan suara Pilkades 106 Desa Se kabupaten Dairi

DAIRIPOS, SIDIKALANG – Kapolda Sumatera utara Irjen Pol RZ Panca Putra, MSi beserta rombongan monitor …

Warga Desa Lau Bagot Aksi Damai, Minta Pilkades Ditunda

Warga Desa Lau Bagot Aksi Damai, Minta Pilkades Ditunda

DAIRIPOS, TIGALINGGA – Warga Desa Lau Bagot, Kecamatan Tigalingga, Kabupaten Dairi, dengan membawa poster bertuliskan, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

”Iklan”Iklan