Trustpilot
Sabtu , 4 Desember 2021
”Iklan
”Iklan”Iklan
Pandemi Covid-19, Pilih Mana: 'NEW NORMAL' atau 'HERD IMMUNITY'?
Febri Silaban, S. Fil., M.E.

Pandemi Covid-19, Pilih Mana: ‘NEW NORMAL’ atau ‘HERD IMMUNITY’?

DAIRI POS, JAKARTA – Dalam tiga bulan terakhir ini, bermunculan banyak istilah atau kosakata yang berkaitan dengan pandemi virus Corona baru, baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Terakhir yang sangat hangat dibicarakan oleh khalayak adalah new normal dan herd immunity sebagai pilihan strategi dalam menghalau virus Corona. Di sini saya bukan mau mengajak untuk memilih salah satu dari dua pilihan tersebut. Saya justru mau membawa kita pada etimologi masing-masing istilah yang sedang naik daun tersebut.

Saya akan memulainya dari kata-kata yang sudah biasa kita dengar, antara lain “virus”, “viral”, “virtual”, dan “vaksin”; kemudian terakhir membahas new normal dan herd immunity.

1. VIRUS
Asal kata “virus” dari bahasa Latin: virus-i, yang artinya lendir, bisa, zat penular, rasa sangat asin/asam/pedas, hal yang kotor/biadab.

Kata Latin virus berakar dari kata bahasa Sanskerta, yakni visha, yang artinya racun.

Virus Corona yang sedang mewabah saat ini memang dapat dikatakan sebagai racun atau zat penular yang sangat dahsyat. Namun, orang yang tidak disiplin atau tidak beradab (=biadab) pun dapat juga dikatakan sebagai “pembawa virus”.

2. VIRAL
“Viral” diserap dari bahasa Inggris, yang asal katanya dari virus dengan tambahan sufiks (akhiran) “-al”.

“Viral” dalam bahasa Indonesia termasuk dalam kelas kata sifat (adjektiva). Dalam KBBI, viral artinya berkenaan dengan virus dan bersifat menyebar luas dan cepat seperti virus. Maka, dalam konteks luas, orang yang suka memviralkan apa saja, khususnya hal-hal negatif atau hoaks, dapat dikatakan juga sebagai “pembawa virus”.

3. VIRTUAL
Kata “virtual” kini semakin sering digunakan, contoh seminar virtual, pertemuan virtual, halalbihalal virtual, dll.

“Virtual” dalam KBBI dimasukkan dalam kelas kata adjektiva, yang memiliki tiga arti, yakni (secara) nyata; mirip atau sangat mirip dengan sesuatu yang dijelaskan; tampil atau hadir dengan menggunakan perangkat lunak komputer, misalnya di internet.

“Virtual” berasal dari kata Latin virtualis, yang artinya ‘sebenarnya gayanya ada, tetapi sebenarnya tidak tampak’; sewajarnya; maya.

Kata virtualis berasal dari nomina virtus, yang artinya kepahlawanan, kegagahan, keunggulan, kebajikan, keutamaan. Virtus berakar dari nomina vir, yang artinya orang lelaki, pria. Lebih jauh lagi, kata vir ini berakar dari kata Sanskerta vira, yang artinya pahlawan.

Sementara, dalam kamus Oxford, kata “virtual” diartikan sebagai “having virtue or efficacy” (memiliki kebajikan atau kemanjuran); “having the efficacy without the material part”; “in effect though not in fact”.

Sebaiknya memang, kegiatan-kegiatan atau pekerjaan-pekerjaan virtual yang kita lakukan di tengah pandemi ini bukan sekadar menonjolkan penampakannya yang maya, tetapi juga menunjukkan nilai-nilai keutamaan atau kebajikan.

4. VAKSIN
“Vaksin” diserap dari bahasa Inggris vaccine. Etimologi “vaksin” dari bahasa Latin, yakni vacca, yang artinya sapi, lembu.

Loh, apa hubungan vaksin dengan sapi?

Begini ceritanya. Ketika wabah cacar tengah merebak pertama kali di dunia pada tahun 1796, seorang dokter di Berkeley, AS, Edward Jenner melakukan percobaan kontroversial. Meskipun uji cobanya dianggap tidak etis pada saat itu, percobaan tersebut justru membuka gerbang ilmu pengobatan modern. Ia mengamati anomali pada pemerah susu sapi. Dampak cacar pada mereka paling banter hanya berupa efek kemerahan di badan. Suatu hari Jenner mengambil sampel kemerahan di tangan seorang pemerah susu dan menempelkannya di luka James Phipps (8 tahun). Phipps terserang cacar, tapi tidak berlangsung lama. Setelah ia sembuh, Jenner kembali melakukan percobaan serupa, tapi Phipps menjadi kebal. Setelah diamati, ternyata para pemerah susu terbebas cacar karena terpapar virus tersebut dari sapi perahan. Dia membuktikan adanya kekebalan terhadap cacar setelah proses tersebut. Tahun berikutnya, vaksin cacar pertama pun dikembangkan. Demikian asal muasal istilah “vaksin” yang diambil dari bahasa Latin vacca yang berarti sapi.

5. NEW NORMAL
Saya pakai “kenormalan baru” sebagai padanan new normal. “Normal baru” tidak dipakai karena “normal” dalam bahasa Indonesia termasuk adjektiva, sedangkan dalam bahasa Inggris ia bunglon: bisa sebagai adjektiva; bisa pula sebagai nomina. Alternatif padanan istilah new normal antara lain normalitas baru, kewajaran baru, kelaziman baru.

Adjektiva berasal dari kata Latin adiectivum (ad + iacere).

Ad = ke, kepada, pada, di dekat, sampai;
Iacere = berbaring, tergeletak, rebah, berada di.

Adiectivum berarti kata yang selalu terletak atau berada di dekat kata lain; kata yang selalu bergantung atau “nyantol” pada kata lain.

Adjektiva dalam KBBI dijelaskan sebagai kata yang menerangkan nomina (kata benda). Adjektiva adalah kata yang dipakai guna menyatakan sifat atau keadaan suatu hal, baik itu benda mati, makhluk hidup, tempat, waktu, atau lainnya. Adjektiva sering disebut kata sifat. Kata “normal” termasuk dalam kata sifat.

Kata “normal” diserap dari bahasa Belanda normaal. Kata ini berasal dari akar kata Latin, yakni norma.

Kata norma berarti: siku-siku (yang dipakai tukang), pedoman, ukuran, aturan, kaidah.

Ad normas = menurut norma, sesuai dengan kaidah;
Ab normis = menyimpang dari kaidah, menyalahi norma/hukum (dari sini muncul istilah Indonesia “abnormal”).

Alternatif “habitus baru” juga dapat digunakan untuk padanan frasa new normal.

Habitus dalam KBBI diartikan sebagai bentuk badan atau perawakan. Kata ini diserap dari bahasa Latin habitus, yang artinya perawakan badan, sikap, sosok tubuh, air muka, karakter, tabiat, tingkah laku, kebiasaan, sifat khas.

6. HERD IMMUNITY
Padanan alternatif untuk istilah herd Immunity antara lain kekebalan kelompok, kekebalan kawanan, kekebalan komunitas.

Herd dalam kamus Oxford diartikan sebagai “a large of group animals, especially hoofed mammals, that live together or are kept together as livestock” (sekawanan besar hewan, terutama mamalia berkuku, yang hidup bersama atau dipelihara bersama sebagai hewan ternak).

Immunity berasal dari bahasa Latin: immunitas. Kata immunitas berakar dari adjektiva immunis, yang artinya bebas dari kewajiban-kewajiban; bebas dari kewajiban militer; kebal; kalis; tak terhukum; selamat.

Immunis terdiri dari dua kata: in + munus.

In = tidak, tanpa;
Munus = tugas, dinas, kewajiban, kedudukan, jabatan, kerja, beban, pajak, jasa, amal, anugerah, persembahan, dan pertunjukan. Imunitas secara luas dapat diartikan menjadi bebas dari segala
beban, bebas dari segala penyakit, kekebalan.

Herd immunity atau kekebalan komunitas adalah kondisi ketika sebagian besar kelompok atau populasi manusia kebal terhadap suatu penyakit karena sudah pernah terpapar dan sembuh dari penyakit tersebut atau dengan vaksinasi. Meski dinilai bisa menghambat penyebaran virus, tapi strategi ini dapat memakan korban dalam jumlah besar.

Konsep herd immunity (tanpa vaksinasi) dikecam keras oleh World Health Organization (WHO) karena berbahaya.

“Manusia bukan herds (kumpulan ternak)!” kata Direktur Eksekutif Program Kesehatan WHO, Dr Mike Ryan, pada pertengahan Mei lalu.***

Penulis: Febri Silaban, S. Fil., M. E.

(Pemerhati Bahasa, Alumnus Master Public Policy dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia)

”Iklan”Iklan”IklanINVESTASI DAIRI POS

Tentang Novel Sinaga

Baca Juga

dairipos permampu serukan perlawanan terhadap kekerasan seksual di masa pandemi covid 19

Permampu Serukan Perlawanan terhadap Kekerasan Seksual di Masa Pandemi Covid-19

DAIRIPOS, MEDAN – Baru-baru ini publik dihebohkan oleh kekerasan seksual yang dialami oleh mahasiswi (L, …

pantau ptm, kapolsek bersama camat sidikalang imbau guru dan siswa terapkan prokes

Pantau PTM, Kapolsek Bersama Camat Sidikalang Imbau Guru dan Siswa Terapkan Prokes

DAIRIPOS, SIDIKALANG – Kapolres Dairi AKBP Wahyudi Rahman SH, SIK, MM melalui Kapolsek Sidikalang Kota …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

”Iklan”Iklan