Trustpilot
Jumat , 3 Desember 2021
”Iklan
”Iklan”Iklan ”Iklan
menyoal fenomena anak dan remaja yang bunuh diri di kabupaten dairi
DISKUSI PETRASA BERSAMA FORUM AKTIVIS DAIRI

Menyoal fenomena anak dan remaja bunuh diri di Kabupaten Dairi

DAIRIPOS, SIDIKALANG – 10 November 2021 Petrasa dan  Forum aktivis Dairi melakukan diskusi “Menyoal  Fenomena Anak dan remaja  diduga bunuh diri di Kabupaten Dairi”. Dalam diskusi ini ada 4 orang yang didaulat sebagai pemantik diskusi, Veryanto Sitohang dari komnas Perempuan, Pdt Elson Lingga dari Rohaniawan, Dr. Rosramadhana M.si Dekan antropologi Universitas Medan serta Afrina  Sri Ulina Sagala.MPsi serta Moderator Duat sihombing Kepala Divisi advokasi Petrasa. Dibuka oleh ibu Jenny Ester solin sebagai koordinator acara yang menyampaikan bahwa latar belakang kegiatan  ini di dasar oleh rasa empaty kita terhadap  kondisi saat ini dimana kita tahu dalam rentang 3 bulan ini  ada 4 orang anak dan remaja di Dairi melakukan bunuh diri dan kita sangat prihatin sehingga kita ingin melihat apa dan mengapa  dengan Fenomena ini, kita mau tahu dari perspektif gereja, pendidik, psikologi dan juga hak azasi manuasia dan harapan kita melalui diskusi ini kita bisa menyusun sebuah konsep paper yang dapat kita diskusikan dengan pihak pihak terkait termasuk dengan pemerintah dan pengambil kebijakan yang lain.

Diawali dengan materi pak veryanto sihotang yang menyampaikan bahwa sejauh pemantauan media yang beliau amati ke 4 anak  tersebut memutuskan jalan pintas dengan bunuh diri karena di hadapkan beban  pembelajaran disekolah, metode pembelajaran dari luring ke daring. Memang dilakukan pada kondisi  pendemi  covid 19 ini hampir semua kita mengalami stres tidak hanya pada anak anak, Unicef menyampaikan bahwa 25% rumah tangga di Indonesia mengalami kenaikan biaya hidup yang mempengaruhi asupan gizi anak anak, pendemi yang mengisolasi interaksi sosial juga memberi dampak buruk terhadap kembang mental anak yang memunculkan  potensi gangguan psikologis dan emosional yang tidak stabil dan juga rentan mengalami kekerasan. Veryanto menyampaikan ada beberapa cara yang bisa dilakuan dalam mencegah percobaan bunuh diri yakni jangan biarkan anak mengalami depresi atau kecemasan lalu dengarkan anak meski ia hanya bercerita, ajarkan anak aktivitas fisik mulai dari yang sederhana,ajak mereka bercerita dan jangan  abaikan ancaman bunuh diri yang dilontarkan anak anak. Jadi hentikan stigma kepada korban sebagai empaty kepada keluarga dan media juga hentikan  mempublis foto foto  orang karena meninggal karena bunuh diri, sehingga kita harapkan  jurnalis empaty ini sangat diharapkan supaya anak anak lain tidak menuri perilaku yang sama.

Sementara Pdt.Elson lingga menyampaikan dalam materinya  bahwa 9000 orang/tahun  melakukan bunuh diri di Indonesia tiap tahun. Dan ini bisa saja meningkat seiring dengan kondisi covid 19  saat ini. Kevin  andrian  dalam kajian menyampaikan salah satu faktor penyebab mengapa orang melakukan bunuh diri adalah  orang dengan ganguan bipolar yakni suasana hati yang sangat dratis, bisa tiba tiba sangat sedih dan bisa tiba tiba sangat gembira atau sebaliknya dan orang dengan gangguan ini rentan melakukan bunuh diri.disampaing itu juga ganguan defresi berat yang ditandai dengan rasa putus asa tidak semangat  menjalani hari harinya, tidak termotivasi serta kehilangan minat contohnya adalah korban pemerkosaan. Dalam pandangan Kristen bunuh diri  banyak teks dalam Alkitab yang membahas tentang bunuh diri termasuk ketika yudas juga bunuh diri ketika dia menghianati Yesus, namun perlu di diingat bahwa tidak ada  steatment  dalam alkitab bahwa Allah tidak mengasi orang yang melakukan bunuh diri sehingga stigma selama ini bahwa orang bunuh diri itu  masuk neraka dan lain lain.maka sebagai lembaga pelayanan Gereja juga memiliki peran peting dalam mengatasi kondisi ini,dan gereja juga boleh mebuat kajian,menolong keluarga dan memberikan pembeljaran kepada jemaat supaya tidak melakukan bunuh diri.

Afriani sri uli sagala MPsi menyampaikan dalam materinya “fenomena bunuh diri “ kecendrungan didasari oleh Depresi salah satunya adalah cara berpikir yang salah terhadap dirinya, melihat dirinya sangat buruk, merasa tidak punya harga tidak punya masa depan dan kurang disayang keluarga.kemudian apa yang menyebabkan anak dan remaja mengalami depresi adalah faktor genetic namun sering tidak langsung tampak karena pada saat masih anak atau remaj kita tidak tampak,kurang bersosialisai, hubungan keluarga yang tidak hangat, tidak cakap bersosialisasi, tidak cakap membuka pembicaraan dan juga kritik dari orang tua  dalam tanda kutif bernuansa negative atau membanding bandingkan. Kemudian anak akan mencari identitas dirinya yang sering membuat anak menjadi turun percaya diri dan merasa tidak berguna dan lebih bodoh dari yang lain. Daya tahan juang anak jaman sekarang cendrung menurun dibanding anak nak jaman dulu atau istilahnya kurang tahan terhadap frustasi dan lain lain. Walaupun sebenarnya  tidak mungkin faktor  tunggal yang mengakibatkan remaja  bunuh diri pasti ada faktor lain. Selain itu Faktor lingkungan dan pola asuh juga sangat mempengaruhi sehingga sebagai follow up dibutuhkan kepedulian, empaty  kita dan  bisa menjadi agen perubahan yang bisa melakukan pendampingan kepada orang lain karena itu tugas kita bersama.

menyoal-fenomena-anak-dan-remaja-yang-bunuh-diri-di-kabupaten-dairi-2
DISKUSI PETRASA BERSAMA FORUM AKTIVIS DAIRI

Dr. Rosramadhana M.si  lebih menekankan  dari aspek antropologi yang dipengaruhi oleh budaya. Kondisi pendemi covid 19 ini  juga sangat mempengaruhi kasus bunuh diri atau  percobaan  bunuh diri oleh remaja tercatat tahun 2021 saja sudah mencapai 5767 kasus dan tidak bisa kita lepas saja sebagai bagian dari masyarakat yang peduli. Dan kembali beliau sekali lagi menyampaikan bahwa depresi menjadi salah satu faktor yang paling dominan  selain faktor budaya dan sosial. Dan defresi kepada anak dan remaja sangat sulit diatasi yang menyebabkan bipolar, merasa memilki beban yang besar dan butuh perhatian yang  bisa disebabkan faktor perkuliahan dan metode daring yang melelahkan. Akses media sosial yang tak terkontrol juga memicu pemikiran negative atau disebut faktor impilsif yang tidak hanya dialami oleh orang tua tetapi teryata dialami anak dan remaja. Bullying atau perundungan juga menjadi salah  faktor dimana anak sering merasa direndahkan dan ini menjadi stimulus anak melakukan bunuh diri dan mungkin ini yang juga terjadi kepada empat orang anak dan remaja di Dairi. Emile durken mengatakan mengapa orang melakukan bunuh diri karena kesulitan bersosialisasi dengan lingkungan atau disebut inner konflik atau konflik batin. Pada saat remaja sangat dibutukan attention atau perhatian dari kita sehingga jangan meneyepelekan perubahan  pada anak dan kita sibuk dengan diri kita sendiri, sibuk dengan laptop kita, sibuk dengan gadget kita imbuh beliau. Sebenarnya jika kita menerapkan pola pendidikan yang dicetuskan oleh Kihajar dewantara bapak pendidikan kita yakni trisentra  yakni sinergys antara sekolah, guru dan orang tua harus dibagun supaya tidak  ada misslink antara tiga lembaga ini supaya tidak terjadi depresi terhadap anak anak pada saat menghadapi perubahan metode pendidikan di tengah pendemi saat ini yakni dari luring ke daring yang sangat tertekan dan merasa putus asa. Sehingga solusi yang harus kita ambil adalah jangan membuat stress pada anak dan remaja yang menimbulkan kepanikan akibat dari tekanan dari kita tutup beliau.

PENULIS : DUAT SIHOMBING

*Penulis adalah Aktivis Sosial yang saat ini menjabat sebagai Kadiv Advokasi di Petrasa

”Iklan”Iklan”IklanINVESTASI DAIRI POS

Tentang Dairi Pos

Baca Juga

doa doa ditautkan masyarakat tolak tambang pt dpm untuk keberlanjutan hasil pertanian (3)

Doa-Doa Ditautkan Masyarakat Tolak Tambang PT DPM untuk Keberlanjutan Hasil Pertanian

DAIRIPOS, SILIMA PUNGGA-PUNGGA – Puluhan warga Desa Bongkaras, Kecamatan Silima Pungga-Pungga, Kabupaten Dairi melakukan doa …

dairipos pelantikan pejabat eselon di pemkab dairi

Ramai Hastag #KamiPadamu di Medsos saat Sekda Leonardus Diganti

DAIRIPOS, SIDIKALANG – Pasca pelantikan pejabat Eselon II di lingkup Pemkab Dairi, berbagai aplikasi medsos …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

”Iklan”Iklan