Trustpilot
Jumat , 3 Desember 2021
”Iklan
”Iklan”Iklan ”Iklan
Memutus Rantai Penularan Covid-19, Pemkab Dairi Ajak Partisipasi Masyarakat Sekitar Kawasan TWI Sitinjo
Bupati Dairi, Menggelar Pertemuan Khusus Dengan Para Tokoh Masyarakat TWI, Sitinjo

Memutus Rantai Penularan Covid-19, Pemkab Dairi Ajak Partisipasi Masyarakat Sekitar Kawasan TWI Sitinjo

DAIRIPOS, SITINJO – Bupati Dairi, Dr. Eddy Keleng Ate Berutu menggelar pertemuan khusus dengan para tokoh masyarakat sekitar Taman Wisata Iman (TWI) Sitinjo yakni marga Sulang Silima, Sabtu (25/04/2020). Dalam pembukaannya, Bupati menyampaikan tujuan pertemuan ini guna membahas lebih lanjut upaya pemanfaatan TWI Sitinjo sebagai rumah singgah tempat isolasi sementara bagi warga pendatang yang masuk ke wilayah Kabupaten Dairi.

Pertemuan yang diadakan di ruang pertemuan rumah dinas Bupati ini dihadiri jajaran Kepala OPD Kabupaten Dairi yang sebelumnya dilibatkan dalam kelompok kerja (pokja) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Dairi, Camat Sitinjo, Erpi Tanjung juga hadir dalam pertemuan tersebut.

Bupati Dairi, Eddy Berutu mengatakan pemanfaatan TWI Sitinjo sebagai rumah singgah adalah salah satu upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Dairi, untuk mencegah penyebaran Covid-19 menyebar ke wilayah maupun desa-desa se-Kabuapaten Dairi.

“Untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini, Pemerintah Kabupaten Dairi mengupayakan adanya rumah singgah bagi warga yang berasal dari daerah luar Kabupaten Dairi agar penyebaran Covid-19 yang berdampak ke wilayah Kabupaten Dairi dapat dicegah dan diatasi. Rumah singgah itu merupakan tempat tinggal sementara bagi saudara-saudara kita yang berasal dari ‘zona merah’,“ ujar Bupati Dairi, Eddy Berutu.

Bupati Dairi, Eddy Berutu menjelaskan ‘zona merah’ adalah daerah yang tingkat penyebaran virus Covid-19 yang sangat tinggi. Eddy Berutu menyebutkan wilayah zona merah di Sumatera Utara adalah kota Medan, yang saat ini merupakan daerah tingkat penyebaran Covid-19 tertinggi untuk wilayah Sumatera Utara dan pada tingkat kedua yakni kota Tanjung Balai.

“Untuk itu rumah singgah di TWI yang digunakan ini untuk mengisolasi warga yang datang dari zona merah tersebut. Dan rumah singgah ini bukan tempat pasien Covid-19, namun tempat isolasi sementara 14 hari. Dan di sana akan disediakan fasilitas yang nyaman bagi warga yang diisolasi” terang Eddy Berutu.

Pemkab Dairi Ajak Partisipasi Masyarakat Sekitar Kawasan TWI Sitinjo-1
“Kami berharap adanya kerjasama antara Pemerintah dengan masyarakat, mengutamakan rasa toleransi, sikap gotong royong dan kita juga harus menunjukkan rasa saling percaya terhadap program yang dikerjakan pemerintah dalam hal ini Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kabupaten Dairi, demi memutus rantai penyebaran Covid-19 di daerah yang kita cintai ini. Pemerintah Kabupaten Dairi akan melibatkan partisipasi dari masyarakat yang tinggal di Kawasan TWI Sitinjo,”

Dalam kesempatan ini, Bupati Eddy Berutu juga menjelaskan alasan dipilihnya TWI Sitinjo sebagai rumah singgah. Kawasan ini diyakini lebih siap dalam waktu singkat untuk segera menyiapkan rumah singgah. Mengingat waktu yang berkejaran antara upaya Pemerintah dengan penyebaran virus mematikan ini di hampir seluruh wilayah di Indonesia.

”Iklan”Iklan”IklanINVESTASI DAIRI POS

Tentang Novel Sinaga

Baca Juga

desa bongkaras, dairi dulunya makmur dengan pertaniannya sebelum dirusak oleh tambang (2)

Desa Bongkaras, Dairi dulunya Makmur dengan Pertaniannya Sebelum Dirusak oleh Tambang

Negara kita saat ini gencar-gencarnya mempromosikan dan mengagendakan program food estate dan mendatangkan investor sebanyak …

dairipos pelantikan pejabat eselon di pemkab dairi

Ramai Hastag #KamiPadamu di Medsos saat Sekda Leonardus Diganti

DAIRIPOS, SIDIKALANG – Pasca pelantikan pejabat Eselon II di lingkup Pemkab Dairi, berbagai aplikasi medsos …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

”Iklan”Iklan