Rabu , 20 Oktober 2021
Cloud Hosting Indonesia
Ketua TP PKK Kab. Dairi, Romy Mariani
Ketua TP PKK Kab. Dairi, Romy Mariani saat menjadi narasumber

Ketua TP PKK: Lima Kluster Hak Anak di Dairi Harus Terwujud

DAIRIPOS, SIDIKALANG – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Dairi Ny. Romy Mariani Eddy Berutu menjadi narasumber dalam pelatihan konselor pusat pembelajaran keluarga (Puspaga) yang dilaksanakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Dairi pada Rabu (23/9/2020) di Aula Yayasan Sada Ahmo Sidikalang.

Di kesempatan itu, Romy Mariani mengatakan Puspaga menjadi salah satu syarat indikator untuk mencapai Indonesia Layak Anak, Provinsi Layak Anak, Kabupaten Layak Anak pada tahun 2030 mendatang. 

“Jadi keluarga adalah yang pertama dan utama yang mendidik, mengasuh seorang anak. Keluarga merupakan unit terkecil yang terdiri dari suami, isteri dan anak atau ayah dan anak juga ibu dan anak,” ucap Romy.

Ia melanjutkan, dalam Puspaga ini nantinya, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Dairi menuturkan akan terdapat seorang Psikolog dan seorang admin yang akan berperan untuk memberikan pembelajaran tentang bagaimana cara mengasuh seorang anak untuk dapat mencegah terjadinya kekerasan terhadap anak maupun eksploitasi terhadap anak. Guna mendukung kinerja dari Psikolog tersebut, Romy menuturkan perlu adanya dukungan dari kelompok keluarga yang menjadi pelopor dan pelapor (KP2). 

“Salah satu program terkait langkah preventif adalah kaderisasi Keluarga Pelopor dan Pelapor (KP2). Puspaga memiliki kader sebagai perpanjangan tangan yang langsung berhubungan dengan masyarakat sekitarnya di lapangan,” ujar Romy. 

Dalam rangka mendukung terwujudnya Kabupaten Layak Anak (KLA), Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Dairi Romy Mariani juga mengatakan terdapat 5 kluster hak anak yang merupakan hak dan perlindungan anak. Kelima klaster tersebut adalah hak sipil dan kebebasan yakni hak untuk memiliki akta kelahiran, kebebasan memeluk agama dan kepercayaan serta beribadah menurut keyakinan masing-masing; Keluarga dan pengasuhan alternatif yakni ketahanan keluarga kita di tengah arus informasi dan ancaman-ancaman bagi anak serta ketidakpahaman orang tua/ wali; Kesehatan dan kesejahteraan sosial yakni untuk anak- anak terlantar dan yang memerlukan perlindungan khusus; Pendidikan, waktu luang dan kegiatan budaya; Perlindungan khusus terutama bagi anak-anak berkebutuhan khusus, berhadapan masalah hukum, korban kekerasan, korban bencana dan sebagainya. 

“Inilah yang menjadi tanggung jawab kita bersama khususnya kepada para orangtua sehingga hak anak-anak yang terdapat dalam 5 klaster tersebut dapat terpenuhi dengan baik,” imbuh Romy menekankan.

BACA JUGA :

Tentang Novel Sinaga

Baca Juga

bupati dairi eddy berutu

Hore, Alokasi Transfer Daerah Tahun 2022, DAK Fisik ke Dairi Tertinggi Ke-2 se Sumut

DAIRIPOS, Kabupaten Dairi – Alokasi Transfer Dana Desa/ DAK Non Fisik/ DAK Fisik Tahun Anggaran …

Bupati Resmikan Bumdes di buntu raja di

Resmikan Bumdes, Bupati Dairi ingin Pengelolaan Air Minum di Desa Terus Dikembangkan

DAIRIPOS, SINEHU – Bupati Dairi Dr. Eddy Keleng Ate Berutu meresmikan Bumdes Martabe Desa Buntu …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Cloud Hosting