Rabu , 20 Oktober 2021
Cloud Hosting Indonesia
gambar ilustrasi

Kejari Dairi Garap Tiga Tersangka Baru Korupsi Cetak Sawah,

Dairi Pos – Kejaksaan Negeri Dairi menetapkan tiga tersangka baru dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pencetakan sawah di Dusun Lae Mbale Desa Simungun Kecamatan Siempat Nempu Hilir Kabupaten Dairi.

Kajari Dairi, Syahrul Juaksha Subuki, menyatakan bahwa Penetapan tersangka berdasarkan fakta persidangan dan penyidikan dua tersangka sebelumnya yang sudah divonis pengadilan Tipikor Medan, “Dari fakta persidangan, ditemukan pihak lain yang diduga memperkaya diri sendiri / setidak-tidaknya memerkaya orang lain” ujar Syahrul.

Saat dikonfirmasi, Syahrul Juaksha Subuki tidak memberitahukan Identitas tiga tersangka baru tersebut apakah dari Dinas Pertanian atau dari Rekanan. Kejari Dairi itu hanya menyampaikan bahwa Fakta Persidangan di Pengadilan Tipikor Medan yang lalu ditemukan pihak lain yang diduga terlibat. “Nanti ada waktunya untuk menyampaikan siapa- siapa saja yang ditetapkan tersangka” ungkapnya.

Sebagai informasi bahwa Kasus Tindak Pidana Korupsi cetak sawah yang terjadi di Dusun Lae Mbale, Desa Simungun, Kecamatan Siempat Nempu Hilir, Kabupaten Dairi berawal dari penggelontoran dana yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran (TA) 2011 dimana Rencana Usulan Kegiatan Kelompok (RUKK) yang diajukan tidak dapat menyelesaikan pengerjaan proyek cetak sawah, sehingga menimbulkan kerugian Negara.

Diketahui bahwa perkara korupsi cetak sawah yang terjadi telah merugikan negara sebesar Rp 567 juta, sesuai perhitungan BPKP, dari pagu satu milliar lebih. Temuan dilapangan  bahwa Hasil cetak sawah itu tidak ada dan laporannya dimanipulasi seperti yang terungkap pada persidangan di Pengadilan Tipikor Medan. /bill/

Tentang Novel Sinaga

3 Komentar

  1. Charles er lingga se bc.in

    Maju terus dairi…..lakukan evaluasi menyeluruh terhadap mata anggaran yg ter realisasi sblmnya terutama item kegiatan project yg sdh ada issue miring ke permukaan sebelumnya. Perlu di kaji apa yang menjadi ICON dairi yg bisa muncul dibuat di periode bupati kita yang baru bp keleng ate dan bp J.sihombing…tdk perlu yg hebat tapi yang sangat trpat dan melekat dengan budaya dairi…bc.mark

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Cloud Hosting