Rabu , 20 Oktober 2021
Cloud Hosting Indonesia
Bupati Dairi, Dr Eddy Keleng Ate saat menjadi Narasumber
Bupati Dairi, Dr Eddy Keleng Ate saat menjadi Narasumber di Acara 1000 Tenda Silalahi Secara Virtual

Ini Keseruan 1000 Tenda Tao Silalahi Art Festival Ke-5 Secara Virtual

“Event ini membuktikan bahwa Covid-19 jangan sampai menyurutkan semangat kita semua dalam melakukan apapun itu apalagi untuk berkarya. Namun di tengah Covid-19 ini, kita semakin tertantang untuk terus berkreasi dan berinovasi. Maju terus untuk para pemuda “

BUPATI DAIRI, DR. EDDY KELENG ATE BERUTU

DAIRIPOS, SIDIKALANG –¬†Setiap tahunnya komunitas Rumah Karya Indonesia (RKI) bersama masyarakat di Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi menggelar kegiatan 1000 Tenda Tao Silalahi Art Festival. Namun, adanya pandemi Covid-19 membuat kegiatan ini sedikit berbeda dari tahun sebelumnya.

Kegiatan 1000 Tenda Tao Silalahi Art Festival Ke-5tahun 2020 kali ini dilaksanakan secara virtual. Sehingga masyarakat atau komunitas diimbau untuk tidak datang namun tetap bisa saling melepas rindu sesama pecinta camping secara virtual dan dapat menyaksikan keseruan melalui siaran TV Streaming (YouTube) dan smartphone. Bahkan para komunitas 1000 tenda dari berbagai kabupaten/ kota di luar Dairi memasang tendanya masing-masing dari kediamannya yang semuanya terkoneksi dengan hajatan tahunan ini dan saling berkomunikasi satu sama lainnya secara virtual.

Para peserta virtual pun saling menceritakan pengalaman mereka dari lokasi tempat mereka mendirikan tendanya masing-masing, melalui aplikasi Zoom ‘Real Virtual Camp’ yang bertajuk ‘Temu Pejalan Virtual’ dari 100 kota yang dipandu oleh moderator Fenrico Pasaribu, yang juga menjadi MC di acara tersebut, langsung dari tepian Danau Toba, Pantai Silalahi, Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi, Sabtu (26/09/2020) malam, Pukul 18.35 WIB s.d. 19.25 WIB.

Putri Anasari Situmorang, yang memasang tenda di kediamanya di Kabupaten Samosir mengaku di tempatnya sedang turun hujan yang mengakibatkan tendanya basah.

“Disini hujan, dan tenda kami basah,” ujarnya menceritakan pengalamannya dari lokasi tendanya.

Begitu juga dengan Boy Martin Siahaan yang tergabung dalam Real Virtual Camp dari kota Parapat mengaku di lokasi tempatnya, listrik sedang padam. Yang meski demikian, tidak menyurutnya dirinya untuk ikut merayakan euforia kemeriahan 1000 Tenda Tao Silalahi Art Festival Ke-5 yang digelar secara virtual.

“Kok gelap?” sapa Audrin Manurung yang merupakan peserta lainnya, saat melihat lokasi Martin yang remang-remang. 

“Mati lampu (listrik.red) di sini kak, dan saat ini hanya menggunakan lampu tenda saja,” sahut Martin.

BACA JUGA :

Tentang Novel Sinaga

Baca Juga

bupati dairi eddy berutu

Hore, Alokasi Transfer Daerah Tahun 2022, DAK Fisik ke Dairi Tertinggi Ke-2 se Sumut

DAIRIPOS, Kabupaten Dairi – Alokasi Transfer Dana Desa/ DAK Non Fisik/ DAK Fisik Tahun Anggaran …

Bupati Resmikan Bumdes di buntu raja di

Resmikan Bumdes, Bupati Dairi ingin Pengelolaan Air Minum di Desa Terus Dikembangkan

DAIRIPOS, SINEHU – Bupati Dairi Dr. Eddy Keleng Ate Berutu meresmikan Bumdes Martabe Desa Buntu …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Cloud Hosting