Kamis , 13 Mei 2021

Ini Keseruan 1000 Tenda Tao Silalahi Art Festival Ke-5 Secara Virtual

“Event ini membuktikan bahwa Covid-19 jangan sampai menyurutkan semangat kita semua dalam melakukan apapun itu apalagi untuk berkarya. Namun di tengah Covid-19 ini, kita semakin tertantang untuk terus berkreasi dan berinovasi. Maju terus untuk para pemuda,”

BUPATI DAIRI, DR. EDDY KELENG ATE BERUTU

SIDIKALANG – Setiap tahunnya komunitas Rumah Karya Indonesia (RKI) bersama masyarakat di Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi menggelar kegiatan 1000 Tenda Tao Silalahi Art Festival. Namun, adanya pandemi Covid-19 membuat kegiatan ini sedikit berbeda dari tahun sebelumnya.

Kegiatan 1000 Tenda Tao Silalahi Art Festival Ke-5tahun 2020 kali ini dilaksanakan secara virtual. Sehingga masyarakat atau komunitas diimbau untuk tidak datang namun tetap bisa saling melepas rindu sesama pecinta camping secara virtual dan dapat menyaksikan keseruan melalui siaran TV Streaming (YouTube) dan smartphone. Bahkan para komunitas 1000 tenda dari berbagai kabupaten/ kota di luar Dairi memasang tendanya masing-masing dari kediamannya yang semuanya terkoneksi dengan hajatan tahunan ini dan saling berkomunikasi satu sama lainnya secara virtual.

Para peserta virtual pun saling menceritakan pengalaman mereka dari lokasi tempat mereka mendirikan tendanya masing-masing, melalui aplikasi Zoom ‘Real Virtual Camp’ yang bertajuk ‘Temu Pejalan Virtual’ dari 100 kota yang dipandu oleh moderator Fenrico Pasaribu, yang juga menjadi MC di acara tersebut, langsung dari tepian Danau Toba, Pantai Silalahi, Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi, Sabtu (26/09/2020) malam, Pukul 18.35 WIB s.d. 19.25 WIB.

Putri Anasari Situmorang, yang memasang tenda di kediamanya di Kabupaten Samosir mengaku di tempatnya sedang turun hujan yang mengakibatkan tendanya basah.

“Disini hujan, dan tenda kami basah,” ujarnya menceritakan pengalamannya dari lokasi tendanya.

Begitu juga dengan Boy Martin Siahaan yang tergabung dalam Real Virtual Camp dari kota Parapat mengaku di lokasi tempatnya, listrik sedang padam. Yang meski demikian, tidak menyurutnya dirinya untuk ikut merayakan euforia kemeriahan 1000 Tenda Tao Silalahi Art Festival Ke-5 yang digelar secara virtual.

“Kok gelap?” sapa Audrin Manurung yang merupakan peserta lainnya, saat melihat lokasi Martin yang remang-remang. 

“Mati lampu (listrik.red) di sini kak, dan saat ini hanya menggunakan lampu tenda saja,” sahut Martin.

Sementara, peserta dari kota Asahan, Abdullah Margolang yang tidak mau ketinggalan dengan hajatan komunitas pecinta camping ini, memasang tendanya di dalam rumah bersama dengan para anggota keluarganya. Ia juga terhubung dan saling menyapa dengan peserta lain dari berbagai kota yang ikut acara virtual ini. Menurutnya, meski di tengah pandemi Covid-19, hajatan di tahun lalu yang tidak kalah seru dengan hajatan tahun ini, hingga dirinya tidak mau ketinggalan dengan hajatan di tahun ini, untuk ‘bela-belain’ in memasang tenda di dalam rumahnya.

“Kegiatan ini sudah saya share juga di IG (instagram.red), jadi banyak juga kawan-kawan komunitas yang gabung dan ikutan dari berbagai tempatnya masing-masing seperti dari kota Rantau Parapat, Labuhan Batu,” ujarnya.

Keseruan lain di kegiatan ini, para peserta virtual juga bisa mengikuti Kuis yang dilaksanakan oleh penyelenggara, dengan hadiah fantastis berupa hadiah 1 unit tenda camping bagi pemenang Kuis.

Tidak hanya itu, dalam kegiatan 1000 Tenda Tao Silalahi Art Festival Ke-5 berbagai musisi berbakat turut hadir menunjukkan aksi panggungnya dengan kekuatan seni dan musik kearifan lokal diantaranya, The Nuna, De Tradisi, FAYO, Martahan Sihotang, Roland Tobing, Sanggar Sitolu Tali dan Sanggar Gracia Silalahi yang ditayangkan secara Live Streaming YouTube  di chanel YouTube ‘RKI PROJECT’.

Martahan Sitohang, salah satu musisi yang ikut meramaikan acara ini mengaku jika pagelaran kegiatan 1000 Tenda Tao Silalahi Art Festival Ke-5 yang dihelat Rumah Karya Indonesia sebuah moment yang penting bagi para Generasi Muda sekitar Danau Toba untuk semakin mencintai alam dan budaya dan menjaga warisan leluhur. Pria yang dikenal dengan sebutan Mantri Kesenian Toba ini kepada DairiPos.com menyampaikan, generasi muda khususnya di seputaran Danau Toba jangan pernah menyerah untuk terus berkarya, berkreasi berinovasi untuk melestarikan berbagai budaya, kelestarian alam Danau Toba meski sedang dilanda musibah wabah Pandemi Covid-19.

“Perhelatan ini bukan hanya sebuah moment untuk menggairahkan kreativitas para generasi muda di tengah Pandemi Covid-19, namun menjadi wadah untuk semakin mencintai alam kita (Danau Toba), dan mencintai budaya kita dengan hobby yang kita miliki masing-masing, seperti yang ditunjukkan para komunitas Camping saat ini,” terang Martahan.

Bupati Dairi, Dr Eddy Keleng Ate Berutu yang hadir langsung dalam rangkaian kegiatan tersebut sebagai narasumber di sesi acara talk show yang mengambil tema ‘Gagasan dan strategi Wisata Danau Toba’ menyampaikan bahwa event yang digelar berbagai komunitas generasi muda di acara 1000 Tenda Tao Silalahi Art Festival Ke-5 menyampaikan bahwa dukungan dari pemerintah secara pasti akan terus dilakukan untuk meningkatkan pengembangan sektor wisata di kawasan sekitar Danau Toba.

Untuk di seputaran Tao Silalahi, Eddy Berutu menyampaikan berbagai terobosan sudah dilakukan oleh Pemkab Dairi. Tahun lalu Pemkab Dairi telah membangun dermaga kapal dan tahun ini Pemerintah Pusat melalui dana APBN telah mengalokasikan untuk pembangunan dermaga barang.

“Ini penting, karena daerah lain di seputaran Danau Toba telah memiliki pelabuhan dan kapal. Jadi, kita nanti bisa minta kapal-kapal daerah tetangga untuk bisa bersandar ke Tao Silalahi untuk membawa wisatawan,” ungkap Eddy Berutu

Pemerintah juga akan membagun satu komplek wisata kombinasi antara Camping dan glamping serta kombinasi antara wisata alam, sehingga wisatawan punya alternatif  untuk tinggal di hotel atau di kemah-kemah.

“Produksi tenun juga sudah kita tingkatkan, dengan program program eco-fashion yang sudah dilakukan, sehingga tenun ulos oleh para penenun tidak cuma digunakan sebagai komoditas pesta adat, namun menjadi komoditas pakaian dan produk lain yang berbahan baku tenun Ulos Silalahi, untuk meningkatkan ekonomi masyarakat setempat khususnya para penenun,” terang Eddy Berutu.

Kuliner juga telah disiapkan dan pertanian bawang yang dikelola secara tradisional dan dilakukan turun temurun ditanam diantara bebatuan juga akan mendapat dukungan dari pemerintah.

“Pemerintah akan turun tangan untuk memastikan bibitnya dan hilirisasinya baik. Untuk itu kita akan minta dukungan dari beberapa pihak, misalnya BI dan BPODT untuk melakukan pendampingan,” pungkasnya.

Selain itu dengan dukungan Telin and Lecturer Swiss German University Pemkab Dairi juga akan membangun Silalahi digital Centre untuk tempat informasi wisata dan dikelola oleh BUMDes.

Terkait event ini, Bupati Eddy Berutu sangat mengapresiasi peran para pemuda hingga terselenggaranya acara secara virtual  1000 Tenda Tao Silalahi Art Festival Ke-5. Kegiatan virtual ini salah satu kedisiplinan para pemuda dalam menerapkan protokol kesehatan di tengah Pandemi Covid-19. Meski di tengah Covid-19, Eddy Berutu menyampaikan para komunitas Camping yang setiap tahun datang ke Silalahi untuk Camping, rindunya bisa terobati. Terlebih event ini sudah terselenggara dari tahun ke tahun. Dan tahun ini tetap bisa terselenggara, dimana para pecinta camping tenda dapat saling bersua secara virtual dari tempat masing-masing.

“Berbagai kegiatan ditampilkan dari layar tv streaming dan smarphone handphone masing-masing. Ini untuk kebaikan kita bersama guna mencegah penyebaran Covid-19,” kata Eddy Berutu.

Bupati Dairi, Dr Eddy Keleng Ate Berutu menyampaikan acara ini merupakan bukti bahwa begitu kayanya ide, kreasi serta inovasi yang brilian yang dimiliki para generasi muda yang tergabung dalam perhelatan ini, meski dihadapkan dengan situasi Pandemi Covid-19 yang melanda saat ini.

“Event ini membuktikan bahwa Covid-19 jangan sampai menyurutkan semangat kita semua dalam melakukan apapun itu apalagi untuk berkarya. Namun di tengah Covid-19 ini, kita semakin tertantang untuk terus berkreasi dan berinovasi. Maju terus untuk para pemuda,” pungkas Eddy Berutu. (Novel M Sinaga)

Tentang DP02

Baca Juga

Bupati Eddy Berutu Sampaikan Rancangan KUA Dan PPAS Tahun Anggaran 2021

SIDIKALANG – Bupati Dairi Dr. Eddy Keleng Ate Berutu menyampaikan Nota Pengantar rancangan Kebijakan Umum …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *