Sabtu , 24 April 2021
Acara Talk Show yang digelar Petrasa

Hari Tani Nasional, Petrasa Dairi Gelar Talk Show ‘Tanah Untuk Tani’

SIDIKALANG – Yayasan Petrasa Dairi bersama petani binaan, Kamis (24/9) memperingati Hari Tani Nasional dengan menggelar berbagai kegiatan satu diantaranya, yakni kegiatan talk show yang mengambil tema “Tanah Untuk Tani”.

Kegiatan talk show yang dilaksanakan di halaman Kantor Yayasan Petrasa, Jalan Sidikalang-Medan, Kecamatan Sidikalang menghadirkan narasumber, Kepala Dinas pertanian Dairi Efendy Berutu, Seksi Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup (Dinas Lingkungan Hidup Dairi Eferita Sinaga, Kepala Devisi Advokasi Petrasa Duat Sihombing, Direktur Yayasan YDPK Dairi Sarah Naibaho, dan Opung Gideon perwakilan petani dari Parongil.

Mewakili petani Opung Gideon menyampaikan, keluhannya dengan kehadiran PT DPM, dimana telah mengeksploitasi tanah pertanian termasuk hutan untuk daerah pertambangan. Menurutnya itu akan sangat beresiko bagi pertanian dan kelangsungan petani di Kabupaten Dairi, khususnya yang berdekatan dengan lokasi tambang, seperti di Parongil Kecamatan Silima Pungga-Pungga.

“Jadi tidak masuk akal bila PT DPM mengklaim yang telah mengeksploitasi tanah di Dairi tidak punya resiko bagi pertanian. Saya tidak pernah makan dari pertambangan, saya makan dari pertanian,” ucapnya.

Menurutnya, kalau lebih banyak dampak negatifnya, lebih baik tutup saja PT DPM itu. “Apakah ada pejabat yang mampu dan bisa membuktikan bahwa pertambangan tidak berdampak negatif bagi warga,” sebutnya.

Sarah Naibaho mengatakan, pertambangan adalah industri/ usaha ekstraktif (keruk), pertambangan seperti PT DPM milik negara lain yang rakus. Contohnya pertambangan yang dilakukan PT Lapindo, akibat dampak tambangnya mengorbankan pertanian dan ruang lingkup warga.

“Jadi apa yang kita mau harapkan dari pertambangan yang dilakukan PT DPM,” ucapnya.

Kabupaten Dairi merupakan zona merah rawan bencana, sehingga hanya tepat untuk sektor pertanian bukan pertambangan. Dengan adanya pertambangan, Dairi akan menjadi swalayan bencana. Seperti banjir bandang yang akan menjadi langganan bencana. Bagaimana petani dengan tenang bertani bila lahan dan hutannya dirusak.

“Bicara tani adalah bicara tanah dan air, bagaimana petani bisa bercocok tanam kalau tanah dan airnya dirusak. Kalau disuruh memilih, kita lebih memilih ekonomi dari sektor pertanian yang lebih berkelanjutan,” jelasnya.

Sementara Kadis Pertanian Dairi, Efendy Berutu dalam kesempatan itu lebih menitik beratkan pembahasan pada pemberdayaan tanah untuk pertanian. Disebutkannya, tugas pokok dan fungsi dinas pertanian bicara memanfaatkan tidak bicara kepemilikan.

“Selagi bisa ditanami, marilah ditanami dan dimanfaatkan untuk berproduksi dan bermanfaat secara ekonomi, karena disitulah dinas pertanian berperan,” kata Efendi..

Petani adalah pahlawan ekonomi, terbukti pada saat 3 kali resesi ekonomi hanya sektor pertanian yang mampu bertahan.”Komoditi pertanian masih tetap eksis, hingga saat ini termasuk pada saat pandemi covid 19. Pertanian jadi fokus perhatian seperti yang disampaikan presiden termasuk konsep pertanian Dairi, yaitu agri unggul,” ujarnya.

Mewakili Yayasan Petrasa Duat Sihombing menyebutkan, selama 15 tahun Petrasa telah mensosialisasikan pertanian organik, tetapi tidak semua petani yang mengikuti jejak itu.

Terkait masalah pertambangan kata Duat, keberadaan pertambangan di kawasan hutan dan pemukiman warga akan menghilangkan luas lahan yang seharusnya bisa diberdayakan oleh petani.

“Tanah adalah identitas petani, jadi sebaiknya pemerintah daerah lebih berhati-hatilah dalam memberi izin bagi para investor pertambangan, karena pertambangan hanya berkontribusi 2,7 % PDB daerah,” sebut Duat

Untuk itu Petrasa senantiasa perhatian dalam sektor pertanian organik. “Jangan pernah menjual tanah pada investor, cukup tanami tanah untuk pertanian yang berkelanjutan,” harapnya.

Kegiatan Hari Tani Nasional dilaksanakan dengan mematuhi protokol kesehatan, selain talk show kegiatan juga dimeriahkan dengan pembacaan puisi dan petisi, fragmen, demo masak dan hiburan rakyat. (Fajar/ Novel)

Tentang Dairi Pos

Baca Juga

Bupati Eddy Berutu Sampaikan Rancangan KUA Dan PPAS Tahun Anggaran 2021

SIDIKALANG – Bupati Dairi Dr. Eddy Keleng Ate Berutu menyampaikan Nota Pengantar rancangan Kebijakan Umum …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *