Trustpilot
Sabtu , 4 Desember 2021
”Iklan
”Iklan”Iklan ”Iklan
Acara Talk Show yang digelar Petrasa
Acara Talk Show yang digelar Petrasa

Hari Tani Nasional, Petrasa Dairi Gelar Talk Show ‘Tanah Untuk Tani’

DAIRIPOS, SIDIKALANG – Yayasan Petrasa Dairi bersama petani binaan, Kamis (24/9) memperingati Hari Tani Nasional dengan menggelar berbagai kegiatan satu diantaranya, yakni kegiatan talk show yang mengambil tema “Tanah Untuk Tani”.

Kegiatan talk show yang dilaksanakan di halaman Kantor Yayasan Petrasa, Jalan Sidikalang-Medan, Kecamatan Sidikalang menghadirkan narasumber, Kepala Dinas pertanian Dairi Efendy Berutu, Seksi Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup (Dinas Lingkungan Hidup Dairi Eferita Sinaga, Kepala Devisi Advokasi Petrasa Duat Sihombing, Direktur Yayasan YDPK Dairi Sarah Naibaho, dan Opung Gideon perwakilan petani dari Parongil.

Mewakili petani Opung Gideon menyampaikan, keluhannya dengan kehadiran PT DPM, dimana telah mengeksploitasi tanah pertanian termasuk hutan untuk daerah pertambangan. Menurutnya itu akan sangat beresiko bagi pertanian dan kelangsungan petani di Kabupaten Dairi, khususnya yang berdekatan dengan lokasi tambang, seperti di Parongil Kecamatan Silima Pungga-Pungga.

“Jadi tidak masuk akal bila PT DPM mengklaim yang telah mengeksploitasi tanah di Dairi tidak punya resiko bagi pertanian. Saya tidak pernah makan dari pertambangan, saya makan dari pertanian,” ucapnya.

Menurutnya, kalau lebih banyak dampak negatifnya, lebih baik tutup saja PT DPM itu. “Apakah ada pejabat yang mampu dan bisa membuktikan bahwa pertambangan tidak berdampak negatif bagi warga,” sebutnya.

Sarah Naibaho mengatakan, pertambangan adalah industri/ usaha ekstraktif (keruk), pertambangan seperti PT DPM milik negara lain yang rakus. Contohnya pertambangan yang dilakukan PT Lapindo, akibat dampak tambangnya mengorbankan pertanian dan ruang lingkup warga.

“Jadi apa yang kita mau harapkan dari pertambangan yang dilakukan PT DPM,” ucapnya.

Kabupaten Dairi merupakan zona merah rawan bencana, sehingga hanya tepat untuk sektor pertanian bukan pertambangan. Dengan adanya pertambangan, Dairi akan menjadi swalayan bencana. Seperti banjir bandang yang akan menjadi langganan bencana. Bagaimana petani dengan tenang bertani bila lahan dan hutannya dirusak.

BACA JUGA :

  • Menjawab Polemik Pupuk Subsidi, Pemkab Dairi Undang Partisipasi Publik
  • Persiapan Pemkab Dairi di Sektor Wisata Menuju Tatanan Normal Baru
  • Pelayanan Publik Harus Tetap Jalan, Pemkab Dairi Tuntaskan Jalan Longsor di Tanah Pinem
  • Penyaluran BLT di Desa Sitinjo 2 Lancar, Bupati Dairi: Ini Merupakan Kerja Keras Aparat Desa
  • Bupati Dairi Pimpin Apel Penyaluran Sembako Penaganan Covid-19 dari Pemprov Sumut
  • ”Iklan”Iklan”IklanINVESTASI DAIRI POS

    Tentang Dairi Pos

    Baca Juga

    desa bongkaras, dairi dulunya makmur dengan pertaniannya sebelum dirusak oleh tambang (2)

    Desa Bongkaras, Dairi dulunya Makmur dengan Pertaniannya Sebelum Dirusak oleh Tambang

    Negara kita saat ini gencar-gencarnya mempromosikan dan mengagendakan program food estate dan mendatangkan investor sebanyak …

    Genjot PAD Tidak Mesti dari Tambang, Tanah Dairi Subur dan Kopinya Tersohor

    Genjot PAD Tidak Mesti dari Tambang, Tanah Dairi Subur dan Kopinya Tersohor

    DAIRIPOS, SIDIKALANG – Untuk menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak mesti dari retribusi di sektor …

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ”Iklan”Iklan