Trustpilot
Jumat , 3 Desember 2021
”Iklan
”Iklan”Iklan ”Iklan
pupuk Nasional Cover 1
Alokasi Tahun Anggaran  2020,  Subsidi Pupuk 794.000.000 TON

Alokasi Tahun Anggaran 2020, Subsidi Pupuk 794.000.000 TON

DAIRIPOS, SIDIKALANG– Kelangkaan Pupuk Subsidi menjadi Permasalahan dalam sektor Pertanian di tanah air. Pasalnya kelangkaan ini merata dialami oleh petani di wilayahnya masing-masing. Tidak terkecuali di Kabupaten Dairi. Meskipun Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Dairi sudah menginput data kebutuhan pupuk melalui eRDKK dan di sampaikan kepada Kementerian Pertanian atas arahan Bupati Dairi namun alokasi Pupuk Subsidi yang di input dalam eRDKK yang dimintakan untuk kebutuhan Petani Dairi tidak sesuai dengan yang Kabupaten Dairi dapatkan. Perlu diketahui bahwa eRDKK adalah data Online elektric Untuk mengimput Rencana Defenitif Kebutuhan Kelompok.

Pupuk Nasional 2
Visual Gambar Melakukan Input eRDKK “eRDKK adalah data Online elektric Untuk mengimput Rencana Defenitif Kebutuhan Kelompok”

Untuk eRDKK yang sudah di input untuk Kebutuhan Petani Dairi yang di sampaikan ke Kementerian Pertanian, Redaksi dairipos.com mendapatkan data antara lain, Pupuk Urea (KG) 24.099.122, Pupuk ZA (KG) 8.373.799, Pupuk SP36 (KG) 12.900.091, Pupuk NPK (KG) 20.840.528 dan Pupuk Organik (KG) 50.099.430 namun Alokasi yang di dapatkan Kabupaten Dairi untuk setiap Item tidak sesuai dengan yang dimintakan yaitu Untuk Pupuk Urea (KG) Kabupaten Dairi mendapatkan 11.802.000, Pupuk ZA (KG) 2.916.000, Pupuk SP36 (KG) 2.450.000, Pupuk NPK (KG) 5.921.000 dan Pupuk Organik (KG) 4.224.000 Kondisi ini harus segera diselesaikan dari Tingkat Pusat dalam artian Kementerian Pertanian harus bisa menyelesaikan persoalan ini secara komprehensif.

Dalam Rapat Komisi IV DPR RI Senin (17/2/2020). Kementerian Pertanian berniat menaikkan alokasi anggaran pupuk bersubsidi dari nilai yang sudah ditetapkan sebesar Rp 26,3 triliun untuk 7,95 juta ton pupuk tanaman padi dan hortikultura seluas 7,1 juta hektare. Kenaikan alokasi anggaran ini dibutuhkan demi mengantisipasi timbulnya kelangkaan pupuk bersubsidi selama tahun 2020 ini.

“Hal yang tidak kalah penting untuk dilakukan Kementan adalah antisipasi timbulnya masalah penyediaan pupuk bersubsidi tahun 2020. Terkait hal tersebut, Kementrian Pertanian melakukan langkah antisipatif menghitung kembali alokasi pupuk bersubsidi.” jelas Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam rapat Komisi IV DPR RI, Senin (17/2/2020).

Untuk diketahui, alokasi subsidi pupuk 2019 sebanyak 7,94 juta ton dengan nilai Rp 26,3 triliun. Jumlah tersebut mengalami penurunan dibanding alokasi anggaran tahun 2019 sebesar Rp 29 triliun untuk 9,55 juta.

Pada tahap awal penyusunan APBN 2020, Kementan mengajukan agar alokasi subsidi pupuk 2020 sama dengan tahun 2019. Namun, Kementerian Keuangan justru memblokir alokasi sekitar 2,17 juta ton dengan alasan sesuai dengan validasi data lahan baku sawah dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) sekaligus kebutuhan pupuknya.

“Karena adanya rilis terbaru lahan baku sawah Kementerian ATR (Agraria dan Tata Ruang) seluas 7,46 juta ha dan sudah tidak teralokasinya pupuk bersubsidi untuk petani tambak.” ujarnya.

Sebagai informasi, alokasi subsidi pupuk tahun anggaran 2020 sebanyak 7,94 juta ton terdiri dari pupuk urea sebanyak 3,27 juta ton senilai Rp 11,34 triliun, SP-36 sebanyak 500 ribu ton senilai Rp 1,65 triliun, ZA sebanyak 750 ribu ton setara Rp 1,34 triliun, serta NPK sebanyak 2,7 juta ton dengan nilai Rp 11,12 triliun. Lalu, ada pula pupuk organik atau kompos kualitas tertentu senilai Rp 1,14 triliun.

”Iklan”Iklan”IklanINVESTASI DAIRI POS

Tentang Novel Sinaga

Baca Juga

desa bongkaras, dairi dulunya makmur dengan pertaniannya sebelum dirusak oleh tambang (2)

Desa Bongkaras, Dairi dulunya Makmur dengan Pertaniannya Sebelum Dirusak oleh Tambang

Negara kita saat ini gencar-gencarnya mempromosikan dan mengagendakan program food estate dan mendatangkan investor sebanyak …

Genjot PAD Tidak Mesti dari Tambang, Tanah Dairi Subur dan Kopinya Tersohor

Genjot PAD Tidak Mesti dari Tambang, Tanah Dairi Subur dan Kopinya Tersohor

DAIRIPOS, SIDIKALANG – Untuk menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak mesti dari retribusi di sektor …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

”Iklan”Iklan