Trustpilot
Jumat , 3 Desember 2021
”Iklan
”Iklan”Iklan ”Iklan
cyberwarfare-2
Cyberwarfare/ perang siber (illustrasi/ist)

Ada 10 Skenario Buruk Terjadi di Tahun 2022 Salah Satunya PERANG SIBER

LONDON – Economist Intelligence Unit (EIU) hari ini merilis sebuah Laporan Kajiannya dalam bentuk makalah yang berjudul ‘Risk Outlook 2022’. Laporan tersebut memprediksi 10 skenario besar yang dapat berdampak pada pertumbuhan dunia dan inflasi di tahun mendatang. Perusahaan penelitan dan anlisa ekonomi yang berkantor pusat di London ini mengeluarkan laporan kajiannya atas perkiraan Ekonomi Makro, Skor Risiko dan Analisis Ekonomi, Kebijakan, Politik dan Industri yang akan terjadi di tahun 2022.

BACA JUGA: Visitdairi.com milik Dispar Dairi Alami Gangguan? Lamannya Berubah Jadi Agen Slot dan Kasino

Sebagaimana laporan yang diterima oleh redaksi Dairi Pos melalui surel (surat elektronik) yang dikirimkan, EIU menerangkan bahwa di masa pasca-pemulihan pandemi yang akan berlanjut pada tahun 2022, PDB global akan meningkat sebesar 4,1%, setelah rebound yang diperkirakan sebesar 5,4 persen pada tahun 2021.

“Meskipun dengan rebound ini menutupi variasi besar dalam kecepatan pemulihan di seluruh daerah. Namun, kami melacak sejumlah skenario yang akan melihat pertumbuhan berbeda dari perkiraan kami dengan cara yang secara material akan mempengaruhi operasi bisnis global. Dalam makalah ini kami bertujuan untuk meringkas risiko utama terhadap pertumbuhan global yang perlu diwaspadai oleh kita,” demikian diungkapkan dalam makalah itu.

cyberwarfare
Cyberwarfare/ perang siber (illustrasi/ist)

Adapun 10 Skenario besar yang perlu diwaspadai di tahun 2022 mendatang yakni :

Pertama, memburuknya hubungan AS-China memaksa pemisahan penuh dalam ekonomi global. Hubunan ini memburuk dikarenakan AS dan China bersaing untuk mendapatkan pengaruh global.

Kedua,  Pengetatan moneter yang sangat cepat menyebabkan kehancuran pasar saham AS.

Ketiga, Terjadi kehancuran bisnis properti di China yang menyebabkan perlambatan ekonomi yang tajam.

Keempat, Kondisi keuangan domestik dan global yang lebih ketat menggagalkan pemulihan di pasar negara berkembang, seperti Indonesia.

Kelima, Muncul varian baru Covid-19 yang terbukti kebal terhadap vaksin,

Keenam, Terjadi kerusuhan sosial yang meluas membebani pemulihan global.

Ketujuh, Terjadi konflik meletus antara China dan Taiwan, yang memaksa AS untuk turun dan campur tangan.

Kedelapan Hubungan UE-Cina memburuk secara signifikan

Kesembilan, terjadi Kekeringan yang parah yang melanda berbagai negara. Disebahagian negara terjadi kebakaran yang besar akibat suhu panas dan ekeringan yang melanda. Situasi seperti itu akan memicu inflasi global dan membebani pertumbuhan dan sentimen global.

Sepuluh, Terjadi Perang Siber antar negara melumpuhkan infrastruktur negara di negara-negara pusat ekonomi dunia. Saat negara-negara berjuang untuk menang setelah pandemi Covid-19, persaingan geopolitik akan terus memanas di tahun-tahun mendatang.*

”Iklan”Iklan”IklanINVESTASI DAIRI POS

Tentang Novel Sinaga

Baca Juga

Bupati Eddy Berutu saat menggelar dialog

Cari Solusi, Bupati Eddy Berutu Dialog Langsung dengan Pedagang Pasar

DAIRIPOS, SIDIKALANG – Persoalan yang dialami para pedagang pasar Sidikalang langsung direspon oleh Bupati Dairi, …

lupinus sembiring

Pemkab Lakukan Kajian atas Tuntutan para Pedagang Pasar

DAIRIPOS, SIDIKALANG – Pihak Pemkab Dairi telah melakukan kajian atas adanya protes yang dilakukan oleh …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

”Iklan”Iklan